Berita Terkini
(021) 1234 5678
disdik@bogorkab.go.id
Jalan Nyaman No. 1 Kel. Tengah Kec. Cibinong

KABUPATEN BOGOR KOMITMEN SOAL PENGEMBANGAN PAUD

KABUPATEN BOGOR KOMITMEN SOAL PENGEMBANGAN PAUD


Bogor (17/12) – Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang berkualitas merupakan salah satu investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Untuk itu, mulai dari pengasuhan positif, perlindungan, kesehatan, hingga kesempatan untuk belajar di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dipantau dan ditingkatkan sehingga anak mampu meraih kesuksesan di masa depan. Bapak Jumeri selaku Dirjen PAUD-Dikdasmen dalam sambutannya pada acara diseminasi praktek baik program kerja sama Kemendikbud dan UNICEF di Kabupaten Bogor, menyampaikan “Pemerintah, terutama Kemendikbud terus berupaya agar angka partisipasi anak ke PAUD meningkat, di masa pandemik ini, perhatian kita terhadap kebutuhan anak usai dini yang holistik (menyeluruh) di semua aspek, semakin menjadi penting, agar anak tumbuh sehat dan cerdas”. 
Pada acara diseminasi praktek baik ini, Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat, Ibu Atalia Prayatya Kamil menyampaikan bahwa “masih banyak orang tua yang merasa belum perlu untuk memasukan anak usia dini mereka ke PAUD, karena berbagai alasan, diantaranya faktor ekonomi dan pengetahuan yang minim tentang manfaat PAUD”. Senada dengan beliau, perwakilan tim gugus tugas PAUD HI Kabupaten Bogor Bapak Wembi Chan (Kasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bogor), lebih lanjut menyampaikan bahwa di Kabupaten Bogor terdapat 3000 lebih satuan PAUD, namun masih banyak anak yang belum ke PAUD.  Ditambah lagi kualitas pendidikan dan pelayanan yang holistik bagi anak usia dini di satuan PAUD juga belum merata. 
Melalui program kerja sama Kemendikbud, UNICEF dan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan dukungan dana dari IKEA Foundation sejak tahun 2017 hingga 2020, telah menghasilkan perubahan di 100 lembaga PAUD di 20 kecamatan di Kabupaten Bogor. Pendidik (guru) yang sebelumnya lebih mengandalkan LKS (Lembar Kerja Siswa), kini telah menggunakan media dan cara interaktif serta permainan yang bermakna dalam proses belajar. 
Program yang dilakukan mencakup peningkatan kapasitas pendidik PAUD; mendukung fasilitas bermain yang aman dan sehat bagi anak; meningkatkan pendidikan orang tua khususnya kesadaran akan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan memberikan dukungan kepada Pemda sehingga menghasilkan regulasi yang mendukung program PAUD dan PAUD HI. 
Pada akhir masa program, sebanyak 7.829 anak usia dini (3.899 anak perempuan; dan 3.930 anak laki-laki) dan 13.922 orang tua anak (13.319 perempuan dan 603 laki-laki) telah mendapatkan manfaat dari Program kerjasama ini. Selain itu, sebanyak 783 orang guru, pengawas dan fasilitator pendidikan orang tua (706 perempuan dan 77 laki-laki) telah mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mendukung pelaksanaan PAUD. 100 PAUD model juga telah meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur mereka. Terdapat pula percontohan Pustaka Mainan di 6 lokasi yang dikelola oleh Pusat Kegiatan Guru (PKG). Dan Kabupaten Bogor menjadi contoh dalam membantu Pemerintah Pusat dalam menyusun Rencana Aksi Nasiona PAUDHI dan Pedoman PAUDHI. 
“Banyak hasil membanggakan dari kerjasama UNICEF dengan Kemendikbud dan Pemerintah Kabupaten Bogor, harapan kami, praktek baik di Kabupaten Bogor dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya”, ungkap Chief of Education UNICEF, Bapak Hiroyuki Hattori. Selain itu, beliau juga menghimbau untuk memastikan akses PAUD universal bagi semua anak sebelum masuk Sekolah Dasar. Lebih lanjut hasil studi longitudinal yang dilakukan selama masa Program kerja sama ini menunjukan bahwa anak yang tidak mengikuti PAUD dan langsung masuk ke tingkat Sekolah Dasar memiliki kemampuan pra-literasi, pra-numerasi, dan kognitif yang tertinggal jauh dari anak yang mengikuti PAUD terlebih dahulu sebelum masuk ke tingkat Sekolah Dasar. 
Bupati Kabupaten Bogor sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Bogor, Ibu Ade Yasin, memulai gerakan “Ayo Ke PAUD” sejak tahun 2019, untuk memastikan tidak ada lagi anak usia dini yang langsung masuk Sekolah Dasar tanpa melalui jenjang PAUD. Namun tentunya, gerakan ini memerlukan kerja keras dari semua pihak tidak hanya pemerintah tapi juga sektor swasta dan masyarkat umum. “Banyak hal yang perlu dilakukan ke depannya sehingga semua anak mengikuti PAUD dan seluruh PAUD di seluruh desa di Kabupaten Bogor dapat menjadi PAUDHI yang berkualitas, agar menjadi kado bagi kemerdekaan RI ke 100 di tahun 2045”, harapan ini disampaikan oleh Ibu Ade Yasin dalam kegiatan berbagi praktik baik penyelenggaraan program Permodelan PAUD Universal satu tahun pra-SD di Kabupaten Bogor.