Berita Terkini
(021) 1234 5678
disdik@bogorkab.go.id
Jalan Nyaman No. 1 Kel. Tengah Kec. Cibinong

IGTKI GELAR WORKSHOP PENINGKATAN KOMPTENSI GURU TK

IGTKI GELAR WORKSHOP PENINGKATAN KOMPTENSI GURU TK

CIBINONG – Sebanyak ratusan tenaga pendidik Taman Kanak-Kanak (TK), mengikuti kegiatan Workshop Peningkatan profesional dan komptensi  yang dilaksanakan Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong kemarin, (2/4).

 Ketua IGTKI Kabupaten Bogor, Riyatmi menjelaskan, kegiatan pelatihan kali ini mengambil konsep penerapan, program gerak anak sebelum masuk ruang kelas serta seni melipat origami.

 “Tema ini dipilih sebagai pola pendidik anak sebelum memasuki paparan kegiatan dalam kelas. Sedangkan untuk seni origami diperuntukan melatih imajinasi, serta motorik peserta didik,” jelasnya.

 Dipaparkannya, kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 550 peserta, dari 19 cabang yang tersebar di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

 “Materinya sendiri dipaparkan langsung oleh Akademisi Pendidik Paud Nasional, Sinung Widodo dan tim Kiddy Gami,” ungkapnya.

 Diakui Riyatmi, pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan serupa, untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru di satuan jenjang TK.

 “Tentu dengan perkembangan pola pendidikan, kita tidak bisa berpatokan kepada metode tatap muka calistung. Terlebih, model pengajaran seperti itu dilarang diterapkan di satuan Paud dan TK. Maka dari itu melalui program seperti ini, kualitas GTK terus dikembangkan sesuai standar hingga kebutuhan,” katanya.

 Sementara, Kepala Dinas Pendidikan  Kabupaten Bogor, Luthfie Syam mengemukakan, pihaknya mengapresiasi penuh program yang dilakukan IGTKI.

 Menurutnya, pola pendidikan calistung bagi anak di jenjang Paud atau TK sangat tidak cocok. Dimana pihaknya mengembangkan model pengajaran berbasis bermain sambul belajar interaktif.

 “Melalui program pelatihan ini, Disdik berharap para tenaga pendidik bisa memiliki kompetensi mengajar yang berkualitas. Dengan tujuan menanamkan karakter 4C (Communication, collaborative, critical thinking, creativity) pada peserta didik,” harap Luthfie.(DisdikPorlap)