Dinas Pendidikan

MEGAMENDUNG - Puluhan Kepala dan Guru Sekolah Dasar (SD) Model Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah mengikuti Workshop GLS yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor di Hotel Taman Aer di Kecamatan Megamendung, 23-25 April 2018.

Kepala Seksi Peserta Didik SD Disdik Kabupaten Bogor, Tata Karwita melaporkan, kegiatan ini diikuti 80 peserta, terdiri dari 40 kepala sekolah dan 40 guru perwakilan dari 40 kecamatan.

"Workshop yang diadakan ini merupakan tindak lanjut program sekolah berkarakter bagi satuan pendidikan yang dijadikan model percontohan (rujukan)," ungkapnya.

Dijelaskan Tata Karwita jika materi yang diberikan kepada peserta mencakup beberapa hal seperti ;

pengertian literasi, jenis kegiatan literasi, teknis pelaksanan, dan penugasan jangka panjang bagi para tenaga pendidik.

Dia juga tidak memungkiri jika hingga saat ini tingkat kesadaran literasi di lingkup tenaga pendidik Kabupaten Bogor masih sangat rendah. Terutama dalam penguasaan penulisan, dan minat baca.

Menurutnya ini sangat mempengaruhi implementasi gerakan literasi di sekolah. Apalagi kondisinya saat ini masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas dan sarana prasarana penunjang gerakan literasi.

Pegiat Literasi Kabupaten Bogor, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini Catur Nurrochman Oktavian mengemukakan, banyak langkah untuk dapat menumbuhkan gerakan literasi di sekolah.

Dari mulai pembuatan pohon Gerakan Literasi Sekolah (Geulis), penyediaan pojok baca, dekorasi ruangan perpustakaan hingga pembinaan yang dilakukan guru terhadap peserta didik.

"Literasi bukan hanya membaca buku pelajaran, membaca novel atau komik tetapi sains juga bisa dimanfaatkan. Hanya saja saat ini kita perlu pembinaan, menumbuhkembangkan minat membaca baik bagi peserta didik maupun guru," ucapnya.

Kepala Disdik Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam berharap dengan adanya kegiatan ini mampu menumbuhkan minat literasi di sekolah.

"Disdik akan melakukan evaluasi terhadap 40 sekolah model. Sudah sejauh mana literasi ditetapkan pasca pelatihan," tutupnya.



2018 © Dinas Pendidikan