Dinas Pendidikan Hacked by 7yax

CIBINONG – Digalakannya program wajib sekolah serta peningkatan Rata Lama Sekolah (RLS) pada partisipasi murni pelajar daerah. Tercatat pada tahun ajaran 2017/2018 terjadi penurunan angka Drop Out (DO) pada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bogor.

 

Kasubag Program dan Pelaporan Disdik Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko, S.Sos,MM menjelaskan tercatat dari 1.804 lembaga SD hanya terdapat 142 siswa yang dinyatakan DO.

Rincinya sebanyak  132 murid berasal dari SD Negeri dan 10 murid lainnya berasal dari sekolah swasta dimana angka tertinggi DO jenjang SD terdapat di wilayah Kecamatan Sukamakmur dengan total 32 anak. Angka DO pada tahun ajaran ini menurun dibandingkan periode sebelumnya yang menyentuh angka 180 siswa.

Namun terdapat kenaikan yang signifikan pada satuan lainnya terutama jenjang MTs yang secara keseluruhan angka DO di jenjang Madrasah Tsanawiyah mencapai 498 murid. Untuk jenjang SMP mengalami penurunan yang pada tahun kemarin mencapai 157 murid untuk saat ini mencapai 113 siswa dan di dominasi dari lembaga swasta.

Untuk pengelolaan dan penanggulangan siswa DO di lingkungan MTs dilakukan oleh pihak Kemenag Kabupaten Bogor dikarenakan Dinas Pendidikan hanya bertanggung jawab kepada jenjang SD dan SMP.

Secara keseluruhan siswa DO di Kabupaten Bogor tahun ajaran 2017/2018 mencapai 1.022 anak dengan paparan 142 jenjang SD, 113  jenjang SMP , 269 pada satuan MI dan 498 di MTs.

 



2018 © Dinas Pendidikan Hacked by 7yax